Sierra 881U non GPS enabled

Modem USB HSDPA Sierra 881u, Cocok untuk PC dan Notebook, bisa untuk MAC OS dan Windows.Sinyal lebih tajam. Cara pemakaian relatif mudah, colokan modem ke USB PC atau Laptop anda, Selanjutnya masukan CD 3G Watcher nya dan Install, Seting Profile dengan provider internet langganan saudara, dan klik connetc, anda langsung berselancar di dunia maya, untuk mengakhirinya anda tinggal klik disconnect.

Spesifikasinya :
The AirCard® 881U are the latest in USB modems from Sierra Wireless. Designed to work on HSDPA/HSUPA networksmobile users will experience significantly increased speeds - up to 7.2 Mbps downlink and 2.0 Mbps uplink. These USB modems are a flexible solution, ideal for desktop or notebook computer use and are compatible with both Windows and Mac operating systems. The familiar USB connection and simple setup make getting a fast, reliable wireless connection easy.

KEY FEATURES
  • Transfer wireless data at speeds of up to 7.2 Mbps on the downlink and 2.0 Mbps on the uplink, on the latest HSPA networks Familiar USB connection
  • Fully compatible with HSDPA, UMTS, EDGE, GPRS, and GSM networks
  • Supported OS: Windows® Vista, XP, 2000, and Mac OS X
  • Internal battery that supplements the power from the USB port when extra power is required
KEY BENEFITS
  • Portable solution for enterprise & home use
  • High speed wireless connectivity in more places than Wi-Fi, offering greater mobility
  • Global compatible - support for latest HSPA technology, but backward compatible where unavailable
  • Reliable connection and speed, even in fringe network areas.
READ MORE - Sierra 881U non GPS enabled

ADOBE PHOTOSHOP

Anda mengenal adobe photoshop dan menguasainya, kalau belum mengenal saya akan memberikan sedikit kolom tutorial mengenai adobe photosop ini, menurut beberapa ahli adobe photoshop ini adalah program yang dipergunakan untuk pengolahan gambar photo, dengan adobe photoshop kita bisa merubah photo dengan banyak variasinya, dengan didukung oleh plugin, dan komponen yang lainnya sehingga adobe photoshop lebih canggih dipergunakan untuk editing dan retocuh, adobe photoshop banyak dipakai oleh para photografher untuk mempercantik hasil jepretannya, begitu juga dengan studio photo, digital print dan banyak lagi pengguna adobe photoshop yang lainnya. Dalam website ini saya akan sedikit berbagi pengalaman dengan saudara semua dengan menyuguhkan kolom tutorial dari adobe photoshop, dengan adanya kolom tutorial adobe photoshop kita bisa sharing dengan system tanya jawab, dan dengan sedikit tulisan dari pengalaman saya selama menggunakan program adobe photoshop ini. Untuk membaca kolom tutorial adobe photoshop silakan anda klik label/kategori adobe photoshop. semoga tulisan ini dapat membantu anda.
READ MORE - ADOBE PHOTOSHOP

Informasi Umum dan Sejarah ITB

Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.

Sejarah ITB bermula seja awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. De Techniche Hoogeschool te Bandung berdiri tanggal 3 Juli 1920 dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw.


Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959 . Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.

Kurun dasawarsa pertama tahun 1960-an ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapkan jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.

Kurun dasawarsa kedua tahun 1970-an ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonomi. Tingkat keakademian makin meningkat, tetapi penugasan belajar ke luar negeri makin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Kurun dasawarsa ketiga tahun 1980-an ditandai dengan kepranataan dan proses belajar mengajar yang mulai memasuki era modern dengan sarana fisik kampus yang makin dilengkapi. Jumlah lulusan sarjana makin meningkat dan program pasca sarjana mulai dibuka. Keadaan ini didukung oleh makin membaiknya kondisi sosio-politik dan ekonomi negara.

Kurun dasawarsa keempat tahun 1990-an perguruan tinggi teknik yang semula hanya mempunyai satu jurusan pendidikan itu, kini memiliki dua puluh enam Departemen Program Sarjana, termasuk Departemen Sosioteknologi, tiga puluh empat Program Studi S2/Magister dan tiga Bidang Studi S3/Doktor yang mencakup unsur-unsur ilmu pengetahuan, teknologi, seni, bisnis dan ilmu-ilmu kemanusiaan.

Dasawarsa ini akan menghantarkan ITB ke fajar abad baru yang ditandai dengan munculnya berbagai gagasan serta pemikiran terbaik untuk pengembangannya. Beberapa diantaranya antara lain: Bahwa cepatnya pelipatgandaan informasi di abad baru akan menuntut pelaksanaan pendidikan yang berpercepatan, tepat waktu, terpadu, berkelanjutan, dan merupakan upaya investasi terbaik. Dalam upaya ini ITB ingin menegakkan Program Sarjana di atas pondasi penguasaan ilmu-ilmu dasar yang kokoh sehingga lulusannya senantiasa mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang datang dengan cepat. Program Pasca Sarjana menjadi ujung tombak peningkatan kualitas dan kuantitas, efisiensi dan efektivitas, serta relevansinya terhadap kebutuhan, sehingga kontribusi ITB bagi pembangunan nasional akan menjadi lebih besar dan tinggi nilainya.

Bahwa penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dilakukan secara utuh dan terpadu, dalam suatu kiprah sebagai Research and Development University. Pengembangan keilmuan dan teknologi di ITB didasarkan pada kebutuhan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan bangsa. Dengan demikian ITB akan mengembangkan dirinya dalam riset dan manufaktur, teknologi komunikasi dan informasi, transportasi darat-laut dan dirgantara, lingkungan, serta bio-teknologi dan biosains.

Bahwa misi pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat membangun wawasan bisnis untuk kemandirian yang merupakan modal awal untuk menegakkan otonomi perguruan tinggi. Wawasan bisnis untuk kemandirian tersebut diarahkan guna meraih prestasi pelaksanaan kewajiban dan tugas pendidikan dan penelitian setinggi-tingginya.

Bahwa pengembangan ITB diharapkan berpijak pada kekuatan institusi berupa penggunaan informasi sebaik-baiknya, terpeliharanya Staf Pengajar yang kompeten yang tinggi mutu kemampuan dan pengabdiannya, sistem pendidikan yang terintegrasi, dan kerjasama yang terjalin erat dengan pemerintah, industri dan lembaga penelitian dan pendidikan di dalam dan luar negeri. Sehingga pengembangan yang direncanakan dapat dipantau secara berkelanjutan dan terukur menurut pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, sarana fisik, kepranataan norma dan tata kerja, serta ekonomi, sosial budaya dan keamanan.

Bahwa keinginan untuk mengembangkan ITB terungkap dengan semangat dan sikap ITB yang mengakui adanya kebenaran keilmuan, kebenaran keilmuan yang dapat didekati melalui observasi disertai analisis yang rasional. Bahwasanya mengejar dan mencari kebenaran ilmiah tersebut adalah hak setiap insan di bumi, dan ilmu pengetahuan serta teknologi agar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mensejahterakan umat manusia, dan masyarakat bangsa Indonesia pada khususnya.

Kurun dasawarsa kelima tahun 2000-an Institut Teknologi Bandung yang status hukumnya sebagai instansi pemerintah dalam bentuk jawatan negeri pada tanggal 26 Desember 2000, Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 155 tahun 2000 telah menetapkan Institut Teknologi Bandung sebagai suatu Badan Hukum Milik Negara.

Perguruan Tinggi Negeri dengan status Badan Hukum adalah sesuatu tanpa preseden dalam sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Hal ini diawali dengan terbitnya PP No. 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Bahan Hukum yang kemudian disusul dterbitnya PP No. 155 tahun 2000 tentang Penetapan Institut Teknologi Bandung menjadi Bahan Hukum Milik Negara. Maka dengan terbitnya PP 155 tersebut, sejak tanggal 26 Desember 2000 yang lalu ITB resmi menjadi Badan Hukum sebagaimana layaknya badan hukum lainnya yang dibenarkan melaksanakan segala perbuatan hukum yang tidak melanggar hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertimbangan pertama yang ditinjau dalam PP No. 61 secara singkat adalah adanya globalisasi yang menimbulkan persaingan yang tajam. Maka untuk meningkatkan daya saing nasional dibutuhkan PT yang dapat membangun masyarakat madani yang demokratis dan mampu bersaing secara global. Untuk itu PT, termasuk ITB, harus memperoleh kemandirian, otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar. Penekannya ada pada adanya proses globalisasi.
READ MORE - Informasi Umum dan Sejarah ITB

Peta Kota Bandung

Bagi anda yang berasal dari luar kota bandung, mungkin bingung hendak kemana nantinya saya kalau sudah berada di kota bandung. nah untuk membantu anda melakukan jalan jalan di kota bandung silakan lihat peta kota bandung. semoga dapat membantu anda untuk memilih lokasi tempat tujuan. Di Bandung terkenal dengan jajanannya yang lumayan mengundang selera, nah bagi anda yang berkunjung ke kota bandung jangan lupa untuk menyantap jajanannya yang tersebar di setiap pelosok kota, supaya anda tidak menyesal nantinya sepulang dari kota bandung, selain jajanannya yang uenak uenak kota bandung juga terkenal dengan fashionnya. fashion merupakan andalan kota bandung, jadi jangan lupa juga untuk mencoba hunting fashion sekalian...
READ MORE - Peta Kota Bandung

Sejarah Pemilu


PEMILIHAN umum (pemilu) merupakan salah satu mekanisme demokratis untuk melakukan pergantian pemimpin. Sudah sembilan kali bangsa Indonesia menyelenggarakan pesta rakyat itu.

Pemilu di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu.

Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu.

Di tengah masyarakat, istilah pemilu lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Tahun 1955
Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif; beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Dalam keadaan seperti ini, anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman.

Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah.

Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Patut dicatat dan dibanggakan bahwa pemilu yang pertama kali tersebut berhasil diselenggarakan dengan aman, lancar, jujur dan adil serta sangat demokratis. Pemilu 1955 bahkan mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan.

Yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya kesadaran berkompetisi secara sehat. Misalnya, meski yang menjadi calon anggota DPR adalah perdana menteri dan menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yang menguntungkan partainya. Karena itu sosok pejabat negara tidak dianggap sebagai pesaing yang menakutkan dan akan memenangkan pemilu dengan segala cara. Karena pemilu kali ini dilakukan untuk dua keperluan, yaitu memilih anggota DPR dan memilih anggota Dewan Konstituante, maka hasilnya pun perlu dipaparkan semuanya.

Periode Demokrasi Terpimpin.
Sangat disayangkan, kisah sukses Pemilu 1955 akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan hanya menjadi catatan emas sejarah. Pemilu pertama itu tidak berlanjut dengan pemilu kedua lima tahun berikutnya, meskipun pada 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah melantik Panitia Pemilihan Indonesia II. Yang terjadi kemudian adalah berubahnya format politik dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945 yang diperkuat angan-angan Presiden Soekarno menguburkan partai-partai. Dekrit itu kemudian mengakhiri rezim demokrasi dan mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia, yang meminjam istilah Prof Ismail Sunny-- sebagai kekuasaan negara bukan lagi mengacu kepada democracy by law, tetapi democracy by decree.

Otoriterianisme pemerintahan Presiden Soekarno makin jelas ketika pada 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.

Pengangkatan keanggotaan MPR dan DPR, dalam arti tanpa pemilihan, memang tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena UUD 1945 tidak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR dan MPR. Tetapi, konsekuensi pengangkatan itu adalah terkooptasinya kedua lembaga itu di bawah presiden. Padahal menurut UUD 1945, MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan DPR neben atau sejajar dengan presiden.

Sampai Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Sidang Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/ 1967) setelah meluasnya krisis politik, ekonomi dan sosial pascakudeta G 30 S/PKI yang gagal semakin luas, rezim yang kemudian dikenal dengan sebutan Demokrasi Terpimpin itu tidak pernah sekalipun menyelenggarakan pemilu.

Malah pada 1963 MPRS yang anggotanya diangkat menetapkan Soekarno, orang yang mengangkatnya, sebagai presiden seumur hidup. Ini adalah satu bentuk kekuasaan otoriter yang mengabaikan kemauan rakyat tersalurkan lewat pemilihan berkala.

Pemilu 1971
Ketika Jenderal Soeharto diangkat oleh MPRS menjadi pejabat Presiden menggantikan Bung Karno dalam Sidang Istimewa MPRS 1967, ia juga tidak secepatnya menyelenggarakan pemilu untuk mencari legitimasi kekuasaan transisi. Malah Ketetapan MPRS XI Tahun 1966 yang mengamanatkan agar Pemilu bisa diselenggarakan dalam tahun 1968, kemudian diubah lagi pada SI MPR 1967, oleh Jenderal Soeharto diubah lagi dengan menetapkan bahwa Pemilu akan diselenggarakan dalam tahun 1971.

Sebagai pejabat presiden Pak Harto tetap menggunakan MPRS dan DPR-GR bentukan Bung Karno, hanya saja ia melakukan pembersihan lembaga tertinggi dan tinggi negara tersebut dari sejumlah anggota yang dianggap berbau Orde Lama.

Pada praktiknya pemilu kedua baru bisa diselenggarakan 5 Juli 1971, yang berarti setelah empat tahun pak Harto berada di kursi kepresidenan. Pada waktu itu ketentuan tentang kepartaian (tanpa UU) kurang lebih sama dengan yang diterapkan Presiden Soekarno.

UU yang diadakan adalah UU tentang pemilu dan susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD. Menjelang Pemilu 1971, pemerintah bersama DPR GR menyelesaikan UU Nomor 15 Tahun 1969 tentang Pemilu dan UU Nomor 16 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Penyelesaian UU itu sendiri memakan waktu hampir tiga tahun.

Hal yang sangat signifikan yang berbeda dengan Pemilu 1955 adalah bahwa para pejebat negara pada Pemilu 1971 diharuskan bersikap netral. Sedangkan pada Pemilu 1955 pejabat negara, termasuk perdana menteri yang berasal dari partai bisa ikut menjadi calon partai secara formal. Tetapi pada prakteknya pada Pemilu 1971 para pejabat pemerintah berpihak kepada salah satu peserta Pemilu, yaitu Golkar. Jadi sesungguhnya pemerintah pun merekayasa ketentuan-ketentuan yang menguntungkan Golkar seperti menetapkan seluruh pegawai negeri sipil harus menyalurkan aspirasinya kepada salah satu peserta Pemilu itu.

Dalam hubungannya dengan pembagian kursi, cara pembagian yang digunakan dalam Pemilu 1971 berbeda dengan Pemilu 1955. Dalam Pemilu 1971, yang menggunakan UU No. 15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan. Cara ini ternyata mampu menjadi mekanisme tidak langsung untuk mengurangi jumlah partai yang meraih kursi dibandingkan penggunaan sistem kombinasi. Tetapi, kelemahannya sistem demiki-an lebih banyak menyebabkan suara partai terbuang percuma.

Jelasnya, pembagian kursi pada Pemilu 1971 dilakukan dalam tiga tahap, ini dalam hal ada partai yang melakukan stembus accoord. Tetapi di daerah pemilihan yang tidak terdapat partai yang melakukan stembus acccord, pembagian kursi hanya dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pembagian kursi pada Pemilu 1971 adalah sebagai berikut. Pertama, suara partai dibagi dengan kiesquotient di daerah pemilihan. Tahap kedua, apabila ada partai yang melakukan stembus accoord, maka jumlah sisa suara partai-partai yang menggabungkan sisa suara itu dibagi dengan kiesquotient. Pada tahap berikutnya apabila masih ada kursi yang tersisa masing-masing satu kursi diserahkan kepada partai yang meraih sisa suara terbesar, termasuk gabungan sisa suara partai yang melakukan stembus accoord dari perolehan kursi pembagian tahap kedua. Apabila tidak ada partai yang melakukan stembus accoord, maka setelah pembagian pertama, sisa kursi dibagikan langsung kepada partai yang memiliki sisa suara terbesar.

Namun demikian, cara pembagian kursi dalam Pemilu 1971 menyebabkan tidak selarasnya hasil perolehan suara secara nasional dengan perolehan keseluruhan kursi oleh suatu partai. Contoh paling gamblang adalah bias perolehan kursi antara PNI dan Parmusi. PNI yang secara nasional suaranya lebih besar dari Parmusi, akhirnya memperoleh kursi lebih sedikit dibandingkan Parmusi.
READ MORE - Sejarah Pemilu

Pariwisata Di Jawa Barat Indonesia

Batutulis Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun merupakan salah satu prasasti yang berasal dari jaman raja Purnawarman yang menguasai kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 Masehi. Prasasti ini bertuliskan huruf Palawa dan berbahasa Sansakerta.

Prasasti ini terletak di pinggir sungai Ciaruteun. Pada prasasti ini terdapat lukisan laba-laba dan tapak kaki yang dipahatkan pada tulisannya. Bacaannya terdiri atas empat baris yang ditulis dalam bentuk puisi. Isi dari prasasti Ciaruteun yang terbuat dari batu andesit adalah "srimarah purnavarmanah, tarumanagarendrasya, visnor iva padadvayam", yang berarti "Ini (bekas) dua kaki yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki yang mulia Sang Purnawarman, raja di negari Taruma, raja yang gagah berani di dunia".

Pada tahun 1981, prasasti ini dipindahkan ke tempat yang datar dan telah dibuatkan cukup pengaman. Prasasti ini juga telah tercatat dalam laporan kepurbakalaan Jawa Barat pada tahun 1914. Pada permulaan tahun 2003, prasasti ini dipindahkan ke sebuah bangunan yang bergaya Joglo yang berada di tepi sungai Ciaruteun, desa Ciampea, Bogor.

Candi Cangkuang
Candi Cangkuang berdiri di atas puncak bukit Pulo Panjang, berukuran 4,5 x 4,5 m2 dengan pintu candi menghadap ke timur. Untuk mencapai pintu candi, harus menaiki sepuluh anak tangga terlebih dahulu. Di dalam candi Cangkuang terdapat sebuah patung dewa Siwa yang sedang duduk bersila. Tangan dan beberapa bagian tubuh patung tersebut sudah tidak utuh lagi. Patung yang dapat diangkat dan dipindahkan ke tempat lain tersebut, menyatu dengan lempengan penutup sumur yang ada di dalam candi. Jika patung diangkat maka akan tampak sumur candi yang dalam dan gelap. Sumur ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah.

Candi Cangkuang diperkirakan merupakan bangunan peninggalan abad VII Masehi. Perhitungan tahun ini didasarkan pada perhitungan usia kelapukan batu candi dan relief garis candi yang masih sederhana. Diperkirakan candi tersebut berasal dari jaman Kerajaan Pajajaran, karena belum ditemukan prasasti dan keterangan tertulis yang dapat memastikan keberadaannya.

Sejarah penemuan candi Cangkuang dimulai sekitar tahun 1893. Pada waktu itu di kecamatan Karang Pawitan (berjarak sekitar 20 km dari Cangkuang) ditemukan sebuah kitab kuno berjudul Batavia Guinneskoop yang ditulis orang Belanda bernama Voderman. Di dalam kitab tersebut ada cerita mengenai keberadaan sebuah patung Syiwa dan makam Arif Muhammad di daerah Cangkuang. Pada tanggal 9 Desember 1966, seorang arkeolog Islam bernama Uka Tjandrasasmita mengadakan penelitian ke daerah Cangkuang dan menemukan batu-batu bekas reruntuhan bangunan dan sebuah patung Siwa seperti yang diungkapkan Voderman. Oleh karena itu, Uka Tjandrasasmita dianggap sebagai penemu Candi Cangkuang.

Gedung Merdeka
Gedung Merdeka terletak di jalan Asia Afrika nomor 65 Bandung. Gedung ini dibangun untuk pertama kalinya pada tahun 1895. Pada waktu itu hanya berupa bangunan sederhana yang digunakan sebagai semacam warung kopi. Selanjutnya, secara berturut-turut, yakni pada tahun 1920 dan 1928, gedung tersebut direnovasi sehingga menjadi gedung dalam bentuk yang sekarang.

Pembangunan gedung tersebut terakhir dilakukan dengan rancangan yang dibuat oleh dua orang arsitek berkebangsaan Belanda bernama Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah guru besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu yang sekarang dikenal sebagai ITB.

Pada waktu itu, gedung yang diberi nama Sociteit Concordia ini dipergunakan sebagai tempat rekreasi oleh sekelompok masyarakat Belanda yang berdomisili di kota Bandung dan sekitarnya. Mereka adalah para pegawai perkebunan, perwira, pembesar, pengusaha, dan kalangan lain yang cukup kaya. Pada hari libur, terutama di malam hari, gedung ini dipenuhi oleh mereka untuk menonton pertunjukan kesenian, makan malam, dan hiburan lainnya. Sociteit Concordia termasuk gedung paling mewah bila dibandingkan dengan gedung-gedung Sociteit lainnya yang ada di kota Bandung.

Gedung Perundingan Linggarjati
Bangunan ini terletak di desa Linggarjati, kecamatan Cilimus, yang berada di di kaki gunung Ciremai bagian tenggara. Lokasinya berjarak kira-kira 14 km arah utara dari kota Kuningan, atau kira-kira 26 km arah selatan dari kota Cirebon.

Pada tanggal 11 s.d. 15 November 1946, bangunan ini dipergunakan sebagai tempat perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda. Dr. Van Boer merupakan perwakilan dari Belanda, sedangkan pihak Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir dengan didampingi oleh Gani Susanto Tirtodirojo dan Mr. Mohamad Roem. Yang berlaku sebagai penengah dalam perundingan ini adalah kerajaan Inggris yang diwakili oleh Lord Killearn.

Perundingan tersebut menghasilkan naskah Perjanjian Linggarjati yang terdiri atas 17 pasal, yang selanjutnya ditandatangani di Jakarta pada tanggal 25 Maret 1947.

Gedung Sate
Gedung yang dibangun pada tahun 1920 ini merupakan karya monumental maestro hasil rancangan arsitek besar, yaitu Ir. Gerber. Dengan gaya bangunan Italia di jaman Renaissance, bangunan ini memberikan kesan anggun, megah, monumental, indah dan unik.

Gedung ini dinamakan Gedung Sate karena di puncak gedung tersebut terdapat ornamen berbentuk sate yang terdiri atas enam bidang berbentuk bundaran. Keenam bundaran yang kemudian melambangkan sate itu memiliki arti enam gulden, yang berarti pemerintah saat itu menghabiskan dana sebesar enam juta gulden untuk membangun gedung tersebut.

Selain itu, Gedung Sate juga mempunyai nilai historis dalam masa perang kemerdekaan. Pada tanggal 3 Desember 1945, tujuh orang pemuda yang berjuang mempertahankan bangunan ini gugur melawan pasukan Ghurka yang datang menyerang. Kini sebuah monumen peringatan bagi pahlawan yang gugur itu, tegak berdiri di depan Gedung Sate. Sebuah teropong tersedia tepat di puncak menaranya. Dengan bantuan teropong tersebut, kita dapat dengan jelas melihat gunung Tangkuban Parahu.

Istana Bogor
Bangunan yang awalnya diberi nama Buitenzorg (yang artinya lepas dari semua beban) ini didirikan oleh Gubernur Jenderal Belanda, Baron Gustaaf Willem Van Imboff pada tahun 1745. Pada mulanya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan di akhir pekan dan hari libur. Kemudian dipakai sebagai tempat kediaman resmi para Gubernur Jenderal dan pejabat pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1870 hingga tahun 1942. Kini bangunan ini menjadi salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia.

Di istana yang megah dan mewah ini, tercatat dua kejadian besar bertaraf internasional yang pernah diselenggarakan. Yang pertama yaitu diselenggarakannya konferensi lima negara (India, Pakistan, Birma, Ceylon dan Indonesia) pada tahun 1954 dan tempat diselenggarakannya pertemuan APEC pada tahun 1994.

Di area istana Bogor ini tumbuh sekitar 100 pohon yang besar serta ratusan ekor rusa yang hidup bebas. Hal lain yang cukup menarik perhatian para pengunjung istana Bogor ini adalah tersimpannya sekitar 219 lukisan karya para pelukis ternama dan 136 patung atau keramik di dalam bangunan istana. Untuk memasuki bangunan ini, diperlukan ijin khusus dari Sekretariat Negara di Jakarta atau dari kepala pengurus istana Bogor ini.

Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan, atau yang dulunya dikenal dengan keraton Pakungwati merupakan tempat bersejarah penyebaran agama Islam di Cirebon. Tempat ini merupakan pusat penyebaran Islam di daerah Cirebon yang dipimpin langsung oleh Sunan Gunung Djati (Syekh Syarif Hidayatullah).Nama Pakungwati diambil dari nama seorang anak perempuan putri Pangeran Cakrabuana (Ratu Ayu Pakungwati) yang merupakan anak dari Prabu Siliwangi, raja Pajajaran, yang menikah dengan Sunan Gunung Djati, yang di kemudian hari menjadi kepala pemerintahan di keraton ini.

Di areal keraton Kasepuhan ini banyak terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah yang merupakan warisan budaya Islam jaman dahulu yang masih ada sampai sekarang, seperti gamelan Sekaten sebagai simbol dakwah Islam melalui budaya lokal, kereta Singa Barong sebagai simbol persahabatan dengan negara Cina, India dan Mesir, dan alat-alat kemiliteran jaman dulu seperti keris, tombak dan baju perang.

Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati berada di area yang bernama Astana Sunan Gunung Jati. Area ini merupakan lokasi dikebumikannya para sultan pemerintahan kerajaan Cirebon yang memimpin pada waktu itu. Para petinggi eksekutif kerajaan Cirebon dimakamkan di tempat ini, mulai dari Sunan Gunung Jati sampai dengan Sultan Saifuddin Matangaji.

Tempat ini merupakan pusat kegiatan wisata perjalanan religi yang ada di daerah Cirebon, selain tempat-tempat serupa yang berada di daerah Cirebon. Para peziarah yang datang ke tempat ini tidak hanya berasal dari masyarakat penduduk lokal sekitar Cirebon saja, tetapi juga dari pelosok nusantara bahkan para peziarah luar negeri seperti Cina, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam tercatat pernah mengunjungi tempat ini.

Area makam di Astana Sunan Gunung Jati ini sangat unik, terutama dari arsitek bangunannya. Keunikan ini terlihat dari dinding-dinding yang berukir motif-motif budaya jaman dahulu serta penuhnya dinding-dinding di sekitar makam oleh tempelan mangkok serta piring porselein yang kebanyakan berasal dari daerah Cina.

Villa Isola
Salah satu karya arsitektur yang membentuk citra kota Bandung adalah Villa Isola yang didesain oleh C.P. Wolff Schoemaker. Bangunan yang didirikan tahun 1933 ini merupakan pembangkit memori sebagian besar masyarakat akan kota Bandung. Setiap melihat gambar Villa Isola, ingatan masyarakat tertuju pada kota Bandung. Peran suatu karya arsitektur dalam membangkitkan kenangan orang banyak akan suatu tempat merupakan salah satu aspek dalam penilaian makna kultural yang dimiliki bangunan tersebut. Aspek lain adalah sejarah, estetika, dan ilmu pengetahuan.

Suatu karya arsitektur yang baik tak hanya memiliki makna kultural yang mampu membangkitkan kenangan orang banyak terhadap suatu tempat, tetapi juga mampu meninggalkan kenangan dan kesan mendalam pada orang banyak terhadap karya itu sendiri. Bila hal ini terjadi, maka karya tersebut dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur monumental.

Pada Villa Isola, pembangkit kenangan yang utama adalah bentuknya yang tidak lazim jika dibandingkan dengan bangunan lain dengan fungsi yang sama (sebagai rumah tinggal). Hal ini terlihat jelas saat melintasi jalan Setiabudhi yang menghubungkan kota Bandung dengan Lembang. Lebih dekat dengan bangunan yang kini berfungsi sebagai kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, akan terasa adanya pengolahan tapak (lahan) yang sesuai dengan bentuk bangunan. Kedua unsur tersebut, bangunan dan lahan, membentuk kesatuan. Hal-hal di ataslah yang menjadi alasan mengapa bangunan ini dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur monumental.

READ MORE - Pariwisata Di Jawa Barat Indonesia

Jalan Jalan Ke Lembang

Posisi kota lembang berada di utara dari kota bandung, Bagi Orang Bandung tentu lembang merupakan tujuan utama untuk berlibur diakhir pekan. dan hari-hari libur lainnya. mengapa banyak orang yang pergi kesana? itu mungkin pertanyaan yang ada di benak anda. sedikit saya akan membahas kota lembang ini. orang datang ke lembang biasanya hanya untuk melakukan refreshing, di kota lembang ini udaranya sangat dingin untuk ukuran suhu kota di indonesia, dilembang normalnya suhu udara sekiat 17-21 derajat celcius (menurut perkiraan cuaca BMG), dingin karena di lembang kebanyakan adalah perkebunan, sehingga cuacanya dingin. dan pedagang disana yang paling banyak dijumpai adalah pedagang jagung bakar, bagi anda yang mau berlibur ke lembang diakhir pekan jangan harap perjalanan kesana akan lancar, pastinya anda akan dihadapi oleh kemacetan, jadi ada pepatah yang menyebutkan "berakit-rakit dahulu berenang-renang kemudian, jadi untuk masuk kawasan lembang biasanya jalan menuju kesana akan macet. apalagi biasanya orang jakarta banyak juga yang berlibur ke kota lembang. ok selamat berlibur
READ MORE - Jalan Jalan Ke Lembang

Map Bali

You Have Visited Bali Island ? Not Yet, If Not Yet Pleased you see Map Bali, This Bali Map might possibly earn to become your guidance when you'd visit Bali.


Bali represent island a lot of visited by turis from abroad, even the foreigner more recognize bali compared by state indonesia by xself.

happy nice and enjoy in Bali. Keep Bali Beautiful
READ MORE - Map Bali

Duta Businnes School (DBS)

Duta Bussines School kepanjangan dari DBS, perusahaan DBS ini diakui oleh sebagian pengguna bisnis di internet sebagai ladang untuk mendulang uang, bentuknya MLM (multi Level Marketing) didirikan November 2007 di Antapani Bandung. Keberadaan DBS yang berbasic bisnis dibidang pulsa sangat pesat perkembangannya. tercatat sampai dengan bulan April 2009 DBS telah menjaring lebih dari 1 Juta Anggota, sangat pantastic, perkembangan dalam 1 hari DBS dapat merekrut sebanyak kurang lebih 10.000 orang anggota, boleh di prediksi DBS akan semakin berkembang seiring dengan perjalanan waktu, dan bisa bertahan lebih dari 5 tahun bahkan mungkin bisa exist terus tanpa harus ditinggalkan anggotanya. DBS didirikan oleh seorang mahasiswa jebolan ITB, yang notabene membuat system sederhana dengan merekrut anggota pakai system downline. Karena penasaran dimana hebatnya system DBS ini maka saya ikut masuk menjadi anggota pada tahun 2008 pada waktu itu anggota DBS baru sekitar 90.000 - an, yang lalu tercatat dengan nomor anggota DBS402408 dengan password sukses (huruf kecil). Dengan bermodalkan urang pendaftaran Rp. 200.000 dan cuap cuap di udara dan serong sana serong sini akhirnya saya mendapatkan downline sebanyak 12 orang, ternyata lumayan juga bisnis ini, karena kesibukan atas usaha yang lainnya saya lupa untuk mengembangkan DBS ini, setelah sekitar 8 bulan saya baru ingat lagi dengan DBS ini, saya buka lagi di situs DBS dikirain member saya akan hangus ternyata masih tetap bisa login.

Peluang DBS ikut di jaringan saya
bagi anda yang mau bergabung di jaringan saya silakan buka situs http://www.duta4future.com, dengan user name : DBS402408, password : sukses, anda bisa melakukan aktivasi kartu dengan mengklik add maka anda akan menjadi anggota di jaringan saya. rencananya saya akan terus mengupdate blog ini dengan informasi seputar DBS dan keanggotaannya. jadi peluang untuk tetap bisa merekrut orang lewat internet ada kemungkinan bisa berkembang. makanya tunggu apalagi, silakan bergabung dengan DBS dijaringan DBS402408.

Bagi anda yang sudah masuk menjadi anggota DBS silakan komentar di post komentar dan sebutkan No anggota/user name DBS, serta passwordnya, hal ini untuk presentasi bagi calon anggota yang akan masuk DBS.
contoh :
User Name : DBS402408
Password : sukses
READ MORE - Duta Businnes School (DBS)